Pusat Jawa Tengah, Indonesia – Jumlah korban tewas akibat longsor yang melanda beberapa kabupaten di Jawa Tengah meningkat menjadi 23 orang, sementara 28 lainnya masih dilaporkan hilang, menurut data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) seperti dilaporkan oleh AP News.
Longsor tersebut terjadi menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah pegunungan di Cilacap dan Banjarnegara. Di Cilacap, empat jenazah berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat setelah tim bekerja keras menembus timbunan lumpur dan puing-puing rumah.
Di Banjarnegara, longsor serupa menghancurkan sekitar 54 rumah dan memaksa hampir 1.000 penduduk mengungsi ke tempat aman. Untuk mencegah bencana serupa, pemerintah setempat berencana merelokasi 296 rumah dari kawasan rawan dan memberikan kompensasi bulanan sebesar 600.000 rupiah kepada setiap keluarga yang harus menunggu relokasi.
Gambaran dari lokasi bencana menunjukkan pemandangan suram: sawah terasering berubah menjadi lautan lumpur tebal, serta pepohonan yang tercabut dan rumah-rumah yang terkubur.
Longsor dan banjir menjadi ancaman rutin di musim hujan di Indonesia, terutama di daerah pegunungan dan dataran rendah. Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya tindakan mitigasi bencana jangka panjang, termasuk peringatan dini, penataan permukiman di daerah rawan, dan sistem relokasi yang efektif.

