PUSATBERITA – Satuan Tugas (Satgas) pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik distribusi di wilayah Probolinggo dan menemukan adanya ketidaksesuaian dalam pelaksanaan program. Dalam sidak tersebut, petugas mendapati beberapa porsi makanan yang disajikan berada di bawah standar gizi yang telah ditetapkan, serta menu yang diberikan tidak sesuai dengan ketentuan.
Temuan ini memicu evaluasi serius terhadap penyelenggara program, mengingat MBG merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak sekolah.
Ketua Satgas MBG menyampaikan bahwa pihaknya menemukan sejumlah porsi makanan dengan kuantitas lauk yang tidak mencukupi serta komposisi menu yang tidak memenuhi standar nutrisi harian. Selain itu, beberapa menu yang disajikan juga dinilai tidak sesuai dengan daftar menu yang telah disepakati sebelumnya.
“Kami menemukan beberapa porsi yang jauh dari standar, baik dari segi jumlah maupun kandungan gizinya. Ini tentu menjadi perhatian serius karena program ini menyangkut kesehatan dan tumbuh kembang anak,” ujarnya.
Baca Juga.
Ketegangan AS–Iran Memanas, Dunia Khawatir Konflik Meluas
Satgas meminta pihak penyedia makanan segera melakukan perbaikan dan menyesuaikan distribusi sesuai pedoman yang berlaku. Jika pelanggaran terus berulang, sanksi tegas akan diberikan kepada penyedia yang terbukti lalai.
Sementara itu, sejumlah orang tua dan pihak sekolah berharap pengawasan terhadap program MBG diperketat agar tujuan utama program benar-benar tercapai.
Program MBG sendiri diharapkan menjadi solusi dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi peserta didik. Namun, temuan di lapangan menunjukkan perlunya pengawasan ketat agar pelaksanaannya tidak menyimpang dari standar yang telah ditetapkan.
