Washington, 8 April 2026 — Situasi geopolitik global kembali menjadi sorotan setelah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terkait wilayah strategis Selat Hormuz.
Amerika Serikat dilaporkan memberikan tekanan keras kepada Iran terkait akses jalur energi tersebut. Bahkan, muncul ancaman tindakan militer jika situasi tidak segera mereda. Di sisi lain, Iran disebut membuka peluang gencatan senjata sementara selama dua minggu untuk meredakan konflik.
Ketegangan ini semakin kompleks setelah Dewan Keamanan PBB gagal mencapai kesepakatan karena adanya veto dari Rusia dan China terhadap resolusi terkait konflik tersebut.
Dampak dari konflik ini tidak hanya dirasakan di sektor politik, tetapi juga ekonomi global. Harga minyak sempat mengalami fluktuasi tajam, sementara pasar keuangan dunia menunjukkan tanda-tanda ketidakpastian.
Para pengamat menilai bahwa Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi distribusi energi dunia. Jika konflik terus berlanjut, potensi gangguan terhadap pasokan minyak global bisa memicu krisis energi baru.
Hingga saat ini, komunitas internasional terus mendorong jalur diplomasi untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.

