PUSATBERITA – Gugus Tugas Kapal Induk USS Gerald R. Ford, yang sempat aktif dalam operasi militer Amerika Serikat terkait konflik Iran, kini meninggalkan kawasan pertempuran dan kembali ke pangkalan militer di Pulau Kreta, Yunani untuk menjalani perbaikan dan pemulihan kondisi kapal.
Langkah ini diambil setelah munculnya insiden kebakaran di dalam kapal, tepatnya di area fasilitas laundry, yang menyebabkan kerusakan parah pada fasilitas dan berdampak pada kondisi awak kapal. Api berhasil dipadamkan, namun sejumlah kru mengalami cedera karena asap dan kerusakan yang meluas membuat sebagian area di kapal harus dibersihkan dan diperbaiki.
Baca Juga.
Tragis di Bitung: Bayi Tewas Diduga Dilempar Ayah Saat Cekcok soal Ekonomi
Pergerakan USS Gerald R. Ford ke Souda Bay Naval Base bukan langkah mundur dari konflik secara permanen, tetapi lebih sebagai upaya untuk menjamin keselamatan awak dan kesiapan kapal sebelum kembali bertugas. Selama bertugas di Laut Merah dan Mediterania, kapal bertenaga nuklir ini ikut mendukung operasi militer termasuk peluncuran pesawat tempur dan patroli maritim dalam konteks ketegangan di Timur Tengah.
Meski demikian, kepulangan kapal induk paling canggih milik Angkatan Laut AS ini memicu perhatian karena menandai berkurangnya kekuatan laut yang tersedia di kawasan konflik Iran, setidaknya untuk sementara waktu, sambil menunggu proses perbaikan dan persediaan ulang.
Para pejabat militer belum memberikan pernyataan resmi lengkap tentang durasi waktu perbaikan atau kapan kapal akan kembali ke perairan operasi. Namun, langkah ini menunjukkan fokus kuat AS untuk menjaga keselamatan personel dan kesiapan kapal perang kelas dunia saat menghadapi tantangan teknis di tengah situasi geopolitik yang sensitif.
📌 Intinya: Setelah mengalami kebakaran dan kerusakan teknis, kapal induk USS Gerald R. Ford yang sempat terlibat operasi di kawasan konflik Iran kini mundur sementara dan kembali ke pangkalan di Kreta, Yunani, untuk perbaikan dan pemulihan.
