PUSATBERITA – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah militer Israel dilaporkan menghancurkan sebuah jembatan di wilayah selatan Lebanon. Serangan ini disebut-sebut berdampak pada akses transportasi warga setempat dan memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas.
Presiden Lebanon, Michel Aoun, langsung mengecam keras tindakan tersebut. Ia menyebut serangan itu sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara dan berpotensi memperburuk situasi keamanan di kawasan yang selama ini sudah rawan konflik.
Baca Juga.
Lalu Lintas Tol Cipali Meningkat 86%, Kakorlantas Belum Terapkan Contraflow
Menurut laporan setempat, jembatan yang dihancurkan merupakan salah satu jalur penting yang digunakan warga untuk mobilitas sehari-hari. Akibatnya, aktivitas masyarakat terganggu dan distribusi logistik menjadi terhambat.
Pemerintah Lebanon pun mendesak komunitas internasional untuk segera mengambil tindakan tegas guna mencegah konflik semakin meluas. Sementara itu, situasi di wilayah perbatasan dilaporkan masih dalam kondisi siaga tinggi, dengan aparat keamanan meningkatkan pengawasan.
Peristiwa ini menambah daftar panjang ketegangan antara Israel dan Lebanon yang kerap terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Banyak pihak berharap agar situasi dapat segera mereda melalui jalur diplomasi demi menghindari dampak kemanusiaan yang lebih besar.
