Jakarta, 13 Maret 2026 – Pemerintah Indonesia mulai menguji coba sistem transportasi berbasis kecerdasan buatan di sejumlah kota besar untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan efisiensi lalu lintas.
Program ini melibatkan pemasangan kamera pintar serta sensor lalu lintas yang terhubung dengan pusat pengendali digital. Melalui teknologi tersebut, lampu lalu lintas dapat menyesuaikan durasi secara otomatis sesuai kepadatan kendaraan di jalan.
Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa sistem ini akan diuji terlebih dahulu di beberapa titik strategis di Jakarta, Surabaya, dan Bandung selama beberapa bulan ke depan. Jika hasilnya positif, teknologi tersebut akan diterapkan secara lebih luas di kota-kota lain.
Menurut pihak kementerian, penggunaan teknologi ini diharapkan mampu mengurangi waktu perjalanan masyarakat hingga 20 persen. Selain itu, data yang dikumpulkan dari sistem tersebut juga dapat digunakan untuk merencanakan pembangunan infrastruktur transportasi di masa depan.
Sejumlah pengamat transportasi menilai langkah ini sebagai inovasi yang penting, terutama di kota-kota dengan pertumbuhan kendaraan yang tinggi. Namun mereka juga mengingatkan bahwa keberhasilan sistem tersebut tetap bergantung pada kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas.

