PUSATBERITA – Situasi di kawasan perbatasan kembali memanas setelah Israel melancarkan serangan militer ke wilayah Lebanon. Aksi tersebut langsung memicu balasan dari kelompok militan Hezbollah yang dilaporkan menembakkan puluhan roket ke arah wilayah Israel.
Serangan awal dilaporkan menyasar sejumlah titik yang diduga menjadi basis militer Hizbullah di Lebanon selatan. Militer Israel menyebut operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas ancaman keamanan yang meningkat di sepanjang perbatasan kedua wilayah.
Tak lama setelah serangan itu, Hizbullah merespons dengan meluncurkan puluhan roket yang diarahkan ke beberapa wilayah di Israel. Sirene peringatan udara dilaporkan berbunyi di sejumlah kota perbatasan, membuat warga bergegas mencari perlindungan di bunker dan tempat aman.
Baca Juga.
Garda Revolusi Iran Tembaki Kapal Thailand di Selat Hormuz, 3 Awak Dilaporkan Hilang
Pertukaran serangan ini menambah daftar panjang eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang dalam beberapa waktu terakhir semakin memanas. Banyak pihak khawatir bahwa bentrokan antara Israel dan Hizbullah dapat berkembang menjadi konflik yang lebih luas jika tidak segera mereda.
Sejumlah negara dan organisasi internasional pun menyerukan agar kedua pihak menahan diri guna mencegah situasi semakin memburuk. Ketegangan yang terus meningkat berpotensi mengancam stabilitas kawasan serta keselamatan warga sipil yang tinggal di sekitar wilayah perbatasan.
Hingga kini, kondisi di perbatasan Israel–Lebanon masih berada dalam situasi siaga tinggi, sementara dunia internasional terus memantau perkembangan konflik yang berpotensi memicu eskalasi lebih besar di Timur Tengah. 🌍🚨
