Jakarta, 9 Maret 2026 – Program uji coba jam masuk sekolah lebih siang mulai diterapkan di sejumlah kota di Indonesia. Kebijakan ini memungkinkan siswa masuk sekolah sekitar pukul 08.30 hingga 09.00 pagi, lebih lambat dibanding jadwal sebelumnya.
Kementerian pendidikan menyebut kebijakan ini bertujuan menyesuaikan ritme tidur remaja yang secara biologis cenderung tidur lebih larut. Dengan waktu istirahat yang cukup, diharapkan siswa dapat belajar dengan kondisi tubuh yang lebih segar.
Beberapa sekolah di Jakarta, Bandung, dan Surabaya yang mengikuti uji coba melaporkan perubahan positif. Guru menyatakan siswa terlihat lebih aktif dalam diskusi kelas dan tingkat keterlambatan menurun.
Seorang siswa SMA di Jakarta mengatakan dirinya merasa lebih siap mengikuti pelajaran. “Biasanya kalau masuk terlalu pagi masih ngantuk. Sekarang lebih enak karena bisa sarapan dulu dan datang dengan kondisi lebih segar,” ujarnya.
Namun kebijakan ini juga menimbulkan perdebatan. Sebagian orang tua khawatir jadwal pulang sekolah menjadi lebih sore sehingga dapat mengganggu aktivitas tambahan seperti kursus atau kegiatan olahraga.
Pemerintah menyatakan program ini masih dalam tahap evaluasi. Hasil dari uji coba selama beberapa bulan ke depan akan menjadi dasar apakah kebijakan tersebut akan diterapkan secara luas di seluruh Indonesia.

