PUSATBERITA – Ketegangan diplomatik antara Spain dan United States memanas setelah pemerintah Spanyol secara tegas membantah klaim Washington yang menyebut Madrid siap bekerja sama dalam operasi militer terhadap Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Spanyol José Manuel Albares, yang menegaskan bahwa tidak ada kesepakatan apa pun terkait penggunaan pangkalan militer Spanyol untuk operasi militer AS di Timur Tengah.
Pemerintah Spanyol bahkan menyatakan sikapnya secara terbuka bahwa mereka tidak ingin terlibat dalam perang baru di kawasan tersebut. Perdana Menteri Pedro Sánchez menegaskan posisi negaranya dengan kalimat singkat: “No to the war” atau tidak untuk perang.
Baca Juga.
Jet Tempur Inggris Meluncur ke Qatar, Perkuat Stabilitas Kawasan
Situasi memanas setelah Presiden AS Donald Trump mengkritik sikap Spanyol dan bahkan mengancam akan memutus hubungan perdagangan dengan Madrid karena tidak mendukung operasi militer yang dipimpin AS di Timur Tengah.
Meski mendapat tekanan dari Washington, pemerintah Spanyol menegaskan tidak akan mengubah sikapnya hanya karena ancaman politik atau ekonomi. Madrid menilai konflik bersenjata hanya akan memperburuk situasi global dan menambah ketidakstabilan di kawasan.
Perselisihan ini menunjukkan semakin lebarnya perbedaan sikap antara Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa terkait konflik di Timur Tengah. Banyak pihak khawatir, jika ketegangan terus meningkat, konflik geopolitik yang lebih luas bisa saja terjadi. 🌍⚠️
