PUSATBERITA – Sirene peringatan udara meraung di berbagai kota di Israel setelah serangan rudal dan proyektil dilancarkan secara bersamaan dari Iran dan kelompok militan yang berbasis di Lebanon. Serangan ini merupakan eskalasi terbaru dalam konflik besar yang kini telah memasuki hari kelima dan mengguncang kawasan Timur Tengah serta pasar energi global.
Militer Israel melaporkan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mengidentifikasi dan mencegat sejumlah rudal yang diluncurkan dari wilayah Iran menuju target di Israel, sementara dari arah Lebanon juga diluncurkan beberapa peluru kendali dan drone. Sirene peringatan berbunyi di Yerusalem, Tel Aviv, Haifa, dan wilayah tengah hingga utara negara itu, memaksa warga bergegas mencari tempat berlindung.
Serangan dari Lebanon dipicu oleh kelompok Hezbollah, yang menyatakan aksi mereka sebagai balasan atas serangan udara Israel di wilayah Iran pekan lalu, termasuk kematian sejumlah pemimpin tinggi Teheran. Ketegangan ini kian melebar menjadi pertempuran terbuka antarnegara dan kelompok sekutu masing-masing pihak.
Baca Juga.
Penutupan Selat Hormuz Memaksa RI Alihkan Impor Minyak ke AS untuk Amankan Pasokan Energi
Para pejabat Israel menyatakan bahwa meskipun sebagian serangan berhasil dicegat, beberapa puing rudal dan pecahan proyektil jatuh di area pemukiman. Layanan darurat lokal telah merawat sejumlah warga yang mengalami luka ringan akibat pecahan, sementara pasukan keamanan meningkatkan kesiapsiagaan di seluruh perbatasan.
Konflik yang semakin melebar ini juga memicu reaksi internasional. Israel meningkatkan operasi militer di Lebanon, dan pemerintah setempat memerintahkan warga sipil di daerah selatan untuk mengungsi demi menghindari kemungkinan perluasan pertempuran. Di sisi lain, serangan udara Israel terhadap target di Beirut dan wilayah lain di Lebanon dilaporkan menimbulkan puluhan korban jiwa serta ribuan pengungsi.
Situasi ini memperlihatkan betapa cepatnya konflik yang awalnya berfokus pada perseteruan Israel–Iran kini melibatkan berbagai pihak dan wilayah, serta berdampak luas pada stabilitas kawasan dan kehidupan warga sipil di tengah ketidakpastian perang.
