PUSATBERITA – Nama Babilonia kembali menarik perhatian publik. Kota kuno yang pernah menjadi pusat peradaban besar dunia ini kerap dikaitkan dengan praktik sihir sebagaimana disebut dalam Al-Qur’an, khususnya dalam kisah yang sarat makna peringatan bagi umat manusia.
Babilonia dikenal sebagai kota maju di Mesopotamia kuno, wilayah yang kini masuk Irak. Kota ini masyhur dengan pencapaian luar biasa di bidang hukum, astronomi, dan arsitektur. Namun di balik kejayaannya, Babilonia juga lekat dengan reputasi sebagai pusat ilmu gaib dan sihir pada masanya.
Dalam Al-Qur’an, Babilonia disebut dalam konteks ujian keimanan, di mana praktik sihir dipaparkan bukan sebagai kebenaran, melainkan sebagai cobaan yang dapat menyesatkan manusia jika disalahgunakan. Kisah tersebut menegaskan bahwa sihir bukanlah ajaran suci, melainkan bentuk penyimpangan yang dapat merusak akidah.
Baca Juga.
Curhatan Turis-Turis yang Terdampar di Dubai: Tidur di Bandara hingga Kehabisan Biaya
Para sejarawan mencatat bahwa masyarakat Babilonia memang memiliki ketertarikan besar pada ritual, mantra, dan ilmu perbintangan. Hal ini kemudian memperkuat pandangan bahwa kota tersebut menjadi simbol penyalahgunaan ilmu tanpa moral—sebuah tema yang relevan lintas zaman.
Hingga kini, reruntuhan Babilonia masih menjadi objek penelitian dan ziarah sejarah. Bagi umat Islam, kota ini bukan sekadar situs arkeologi, tetapi juga pengingat akan bahaya ilmu yang digunakan tanpa iman dan etika.
Kisah Babilonia menunjukkan bahwa kemajuan peradaban tidak selalu sejalan dengan keselamatan moral, dan sejarah kerap menjadi cermin bagi kehidupan manusia modern.
