Jakarta, 1 Maret 2026 – Pemerintah kembali meluncurkan tahap kedua program digitalisasi pasar tradisional yang menyasar ratusan pasar rakyat di berbagai provinsi. Program ini bertujuan mempercepat adaptasi pedagang terhadap sistem pembayaran non-tunai serta memperluas akses pemasaran berbasis digital.
Kementerian Perdagangan menyebutkan bahwa pada tahap awal, lebih dari 300 pasar telah terhubung dengan sistem pembayaran QR dan aplikasi pencatatan keuangan sederhana. Pada tahap kedua ini, fokus diarahkan pada pelatihan literasi digital bagi pedagang serta penyediaan akses internet stabil di area pasar.
Selain itu, pemerintah bekerja sama dengan sejumlah perbankan nasional untuk memberikan fasilitas pembiayaan mikro berbunga ringan bagi pedagang yang ingin mengembangkan usaha.
Pengamat ekonomi menilai langkah ini penting untuk menjaga daya saing pasar tradisional di tengah pertumbuhan ritel modern dan perdagangan daring. Dengan sistem digital, transaksi menjadi lebih transparan, pencatatan keuangan lebih rapi, dan akses pembiayaan lebih mudah.
Sejumlah pedagang mengaku mulai merasakan manfaatnya. Omzet dinilai meningkat karena pembeli memiliki lebih banyak opsi pembayaran.
Program ini ditargetkan menjangkau 1.000 pasar hingga akhir 2026.

