PUSATBERITA – Setelah kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, sebuah momen simbolis dan penuh makna terjadi di kota suci Qom, Iran. Di Masjid Jamkaran, sebuah bendera merah besar dikibarkan di atas kubah masjid — langkah yang menarik perhatian dunia dan para pengamat geopolitik.
Pengibaran bendera merah ini terjadi saat upacara pemakaman Khamenei, yang tewas dalam serangan gabungan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel baru-baru ini. Momen itu diabadikan dan dibagikan oleh akun resmi Masjid Jamkaran melalui unggahan di media sosial.
Dalam tradisi Syiah, bendera merah sering dipandang sebagai simbol darah para martir dan panggilan untuk balas dendam atau keadilan. Warna merah tersebut secara historis terkait dengan semangat perjuangan dan kehormatan, khususnya dalam konteks tragedi Karbala dan seruan balas dendam terhadap ketidakadilan.
Tindakan ini juga dilihat sebagai reaksi emosional dan politik dari pemerintah serta pendukung Khamenei, yang mengungkapkan kemarahan dan tekad mereka di tengah ketegangan yang semakin meningkat di kawasan Timur Tengah. Beberapa pihak menilai langkah tersebut bisa menjadi sinyal bahwa Iran bersiap menghadapi fase baru konflik atau perlawanan, meskipun dampak konkret secara militer belum jelas.
Selain itu, aksi ini telah memicu gelombang duka dan protes di berbagai wilayah, termasuk di negara-negara dengan komunitas Syiah besar. Penggunaan simbol bendera merah pada tempat ibadah yang demikian penting menggambarkan kedalaman dampak dari kematian Khamenei terhadap masyarakat Iran dan para pendukungnya di luar negeri.
