Surabaya, 27 Februari 2026 – Inovasi pendidikan berbasis teknologi kecerdasan buatan mulai diterapkan di sejumlah sekolah menengah di Surabaya. Program “Kelas AI” memungkinkan siswa belajar dengan bantuan asisten digital yang mampu menyesuaikan materi sesuai kemampuan masing-masing.
Melalui perangkat tablet dan layar interaktif, siswa dapat mengakses modul pelajaran yang dipersonalisasi. Sistem AI menganalisis kecepatan pemahaman, tingkat kesalahan, hingga pola belajar untuk memberikan rekomendasi latihan tambahan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya menyatakan bahwa teknologi ini bukan untuk menggantikan guru, melainkan mendukung proses belajar agar lebih efektif. Guru tetap berperan sebagai fasilitator utama di kelas.
Sejumlah siswa mengaku lebih mudah memahami pelajaran matematika dan sains karena materi disajikan secara visual dan interaktif. Orang tua murid pun menyambut positif langkah ini, meski berharap pengawasan penggunaan teknologi tetap diperketat.
Program percontohan ini direncanakan akan diperluas ke sekolah lain jika evaluasi semester pertama menunjukkan hasil signifikan terhadap peningkatan nilai akademik.
Tagar #SekolahDigital langsung ramai di berbagai platform, menandakan antusiasme publik terhadap transformasi pendidikan berbasis teknologi.

