Jawa Tengah, 22 Februari 2026 – Sejumlah kelompok tani di wilayah Jawa Tengah mulai menerapkan sistem irigasi hemat air guna mengantisipasi potensi kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Inovasi ini dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas produksi padi dan hortikultura.
Sistem yang diterapkan menggunakan metode pengairan bergilir serta pemanfaatan embung kecil untuk menampung air hujan. Selain itu, petani juga memanfaatkan sensor kelembapan tanah sederhana untuk memastikan penggunaan air lebih efisien.
Ketua kelompok tani setempat menjelaskan bahwa langkah ini merupakan hasil kolaborasi dengan penyuluh pertanian dan perguruan tinggi. “Kami mencoba menyesuaikan pola tanam dan mengurangi pemborosan air agar hasil panen tetap optimal,” ujarnya.
Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah menyatakan dukungannya terhadap inovasi tersebut. Pemerintah daerah juga berencana memperluas program serupa ke beberapa kabupaten lain yang rawan kekeringan.
Dengan pendekatan yang lebih terencana, para petani berharap hasil panen tetap stabil meskipun kondisi cuaca tidak menentu. Upaya ini sekaligus menjadi contoh adaptasi sektor pertanian terhadap perubahan iklim yang semakin terasa dalam beberapa tahun terakhir.

