PUSATBERITA – Isu mengenai awardee Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tengah menjadi sorotan publik. Beragam tanggapan bermunculan di media sosial, mulai dari apresiasi terhadap prestasi para penerima beasiswa hingga kritik terkait tanggung jawab mereka setelah menempuh pendidikan di luar negeri.
Menanggapi hal tersebut, seorang mantan pejabat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) angkat bicara. Ia mengingatkan para awardee untuk selalu bersyukur atas kesempatan yang telah diberikan negara melalui program beasiswa tersebut.
Menurutnya, kesempatan menimba ilmu di luar negeri bukanlah hal yang mudah dan merupakan amanah besar. “Beasiswa ini dibiayai oleh negara, artinya ada harapan masyarakat agar ilmu yang diperoleh nantinya bisa kembali dan bermanfaat untuk Indonesia,” ujarnya.
Baca Juga.
‘Patah Hati’ Jadi Sindiran, Trump Resmi Kenakan Tarif Dagang 10% untuk Mitra AS
Ia juga menegaskan bahwa belajar di luar negeri bukan hanya soal gelar atau prestise, tetapi tentang memperluas wawasan, membangun jejaring global, serta membawa pulang inovasi dan gagasan baru untuk kemajuan bangsa.
Program LPDP selama ini dikenal sebagai salah satu skema beasiswa unggulan pemerintah yang memberikan akses pendidikan ke berbagai universitas ternama dunia. Setiap tahunnya, ribuan mahasiswa Indonesia berangkat ke berbagai negara untuk melanjutkan studi magister dan doktoral.
Di tengah polemik yang berkembang, mantan pejabat tersebut berharap para awardee tetap fokus menyelesaikan studi dengan baik. Ia mengajak semua pihak untuk melihat program ini sebagai investasi jangka panjang bagi sumber daya manusia Indonesia.
“Yang terpenting adalah komitmen untuk kembali dan berkontribusi. Ilmu yang didapat harus menjadi manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya.
Perdebatan mungkin akan terus bergulir, namun satu hal yang ditekankan adalah pentingnya rasa syukur, tanggung jawab, dan komitmen untuk membangun negeri setelah menimba ilmu di mancanegara.
