PUSATBERITA.INFO – Ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan kembali menjadi perhatian publik karena hanya difungsikan secara terbatas saat momen arus balik. Kebijakan ini kerap menimbulkan pertanyaan di kalangan pemudik: mengapa tidak dibuka penuh sejak arus mudik?
Pihak pengelola menjelaskan bahwa pembukaan jalur tersebut bersifat situasional dan difokuskan untuk mengurai lonjakan kendaraan saat arus balik, ketika volume kendaraan menuju Jakarta biasanya jauh lebih tinggi dibanding arus mudik.
Difungsikan untuk Kurangi Kepadatan
Saat arus balik, kepadatan kendaraan dari arah timur menuju Jakarta cenderung menumpuk di ruas utama seperti Jalan Tol Jakarta–Cikampek. Untuk mengantisipasi kemacetan parah, jalur Japek II Selatan difungsikan sebagai alternatif pengalihan arus.
Baca Juga.
Indonesia Pimpin Sidang Dewan HAM PBB, Isu Sunat Perempuan hingga Hak Anak Jadi Sorotan
Dengan skema tersebut, kendaraan dari arah Bandung atau wilayah selatan Jawa Barat dapat dialihkan tanpa harus melewati titik-titik rawan macet di jalur utama.
Faktor Kesiapan Infrastruktur
Alasan lain pembukaan terbatas adalah faktor kesiapan infrastruktur. Beberapa segmen ruas Japek II Selatan masih dalam tahap penyempurnaan fasilitas, termasuk rambu, penerangan, rest area, dan sistem keselamatan jalan.
Karena itu, pengoperasian penuh belum memungkinkan untuk lalu lintas harian normal. Pembukaan saat arus balik pun biasanya dilakukan dengan pengaturan khusus, seperti jam operasional tertentu serta pembatasan jenis kendaraan.
Strategi Manajemen Lalu Lintas
Kebijakan ini juga menjadi bagian dari strategi manajemen lalu lintas nasional. Biasanya, pengoperasian jalur alternatif seperti Japek II Selatan dikombinasikan dengan rekayasa lalu lintas lain, termasuk sistem satu arah (one way) dan contraflow.
Tujuannya jelas: mempercepat waktu tempuh pemudik kembali ke Jakarta serta meminimalkan risiko kemacetan panjang yang bisa berdampak pada keselamatan dan kenyamanan perjalanan.
Solusi Sementara, Bukan Permanen
Pemerintah dan operator tol menegaskan bahwa pembukaan terbatas ini bersifat sementara hingga seluruh ruas siap dioperasikan secara penuh. Ke depan, Japek II Selatan diharapkan menjadi jalur strategis permanen yang dapat mendukung konektivitas kawasan industri dan pemukiman di Jawa Barat.
Dengan demikian, kebijakan membuka Tol Japek II Selatan hanya saat arus balik bukan tanpa alasan. Langkah ini merupakan strategi terukur untuk menjaga kelancaran lalu lintas di momen puncak pergerakan kendaraan nasional.
