PUSATBERITA – Tokoh publik bernama Kerry akhirnya angkat bicara terkait tudingan intervensi dalam perkara dugaan penyimpangan minyak mentah. Dalam pernyataannya, ia membantah keras adanya perintah atau campur tangan yang diarahkan kepada pihak tertentu dalam kasus tersebut.
Kerry menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan dirinya pernah menginstruksikan atau memengaruhi proses hukum maupun kebijakan yang berkaitan dengan distribusi dan tata kelola minyak mentah. Ia menyebut tudingan yang beredar sebagai asumsi yang tidak berdasar.
“Saya tidak pernah mengeluarkan perintah ataupun melakukan intervensi dalam kasus tersebut. Semua proses berjalan sesuai mekanisme yang berlaku,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Baca Juga.
Sering Haus Saat Puasa? Perhatikan 7 Pola Makan Ini agar Tetap Segar Seharian
Kasus minyak mentah ini sebelumnya mencuat setelah adanya dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dan distribusi komoditas strategis tersebut. Sejumlah pihak kemudian menyeret nama Kerry dalam pusaran isu, meski belum ada dokumen atau fakta hukum yang secara langsung mengaitkannya.
Pengamat hukum menilai, dalam perkara yang menyangkut sektor energi, pembuktian harus berbasis dokumen, alur kewenangan, serta jejak komunikasi resmi. Tanpa itu, tudingan intervensi dinilai sulit dibuktikan secara hukum.
Sementara itu, aparat penegak hukum masih terus mendalami perkara dugaan penyimpangan minyak mentah tersebut. Publik pun diminta menunggu hasil penyelidikan resmi agar tidak terjebak pada spekulasi yang berkembang di ruang publik.
Kerry sendiri menyatakan siap kooperatif apabila diminta memberikan klarifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang, demi memastikan persoalan ini terang dan tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.
