PUSATBERITA – Wacana pelarangan mudik menggunakan sepeda motor kembali menjadi sorotan. Sejumlah anggota DPR meminta Menteri Perhubungan untuk mengkaji secara matang kebijakan tersebut, mengingat tingginya risiko kecelakaan bagi pemudik roda dua setiap musim Lebaran.
Anggota dewan menilai, sepeda motor memang menjadi moda transportasi paling rentan saat arus mudik. Selain faktor kelelahan pengendara, beban berlebih, serta jarak tempuh yang jauh, kondisi cuaca dan kepadatan lalu lintas juga kerap memperparah potensi kecelakaan.
“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Data setiap tahun menunjukkan korban kecelakaan didominasi pengendara sepeda motor,” ujar salah satu anggota DPR dalam keterangannya.
Baca Juga.
Harga Cabai dan Bawang Merah Turun Jelang Akhir Pekan
Meski demikian, DPR juga mengingatkan agar pemerintah tidak serta-merta menerapkan larangan tanpa solusi alternatif. Banyak masyarakat memilih motor karena faktor ekonomi dan keterbatasan akses transportasi umum di daerah tujuan.
Karena itu, DPR mendorong Kementerian Perhubungan untuk melakukan kajian komprehensif, termasuk menyiapkan opsi seperti program mudik gratis, penambahan armada transportasi umum, hingga subsidi tiket bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Di sisi lain, pengamat transportasi menilai pendekatan persuasif dan edukatif lebih efektif dibanding larangan total. Sosialisasi keselamatan berkendara, pembatasan jarak tempuh, serta pengawasan ketat di jalur rawan kecelakaan dinilai dapat menjadi solusi jangka pendek.
Pemerintah sendiri hingga kini masih mengkaji berbagai opsi kebijakan menjelang musim mudik mendatang. Keputusan akhir diharapkan tetap mempertimbangkan aspek keselamatan tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat.
