PUSATBERITA.INFO – Fenomena penyalahgunaan vape kini kian mengkhawatirkan setelah terungkap adanya praktik penyusupan zat terlarang yang menyasar kalangan remaja. Modus ini dinilai berbahaya karena dikemas secara terselubung dan mudah mengecoh, terutama bagi pengguna muda yang belum memahami risiko kesehatan dan hukum.
Pihak Badan Narkotika Nasional menyebutkan bahwa peredaran narkoba terus beradaptasi mengikuti tren di kalangan anak muda. Vape yang sebelumnya dikenal sebagai rokok elektrik kini disalahgunakan sebagai media penyamaran, sehingga sulit terdeteksi secara kasat mata.
Baca Juga.
Kasus Bus Maut Tol Krapyak Terkuak, Pengemudi Gunakan SIM Palsu
Remaja menjadi target utama karena dianggap rentan terhadap pengaruh lingkungan dan tren gaya hidup. Selain berisiko terhadap kesehatan fisik dan mental, penyalahgunaan vape yang mengandung zat terlarang juga dapat menyeret penggunanya ke persoalan hukum serius.
Pemerintah dan aparat penegak hukum di Indonesia mengimbau peran aktif orang tua, sekolah, dan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan serta edukasi kepada remaja. Langkah pencegahan dinilai penting agar generasi muda tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba dengan kedok gaya hidup modern.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap peredaran narkoba harus terus ditingkatkan, seiring berkembangnya modus baru yang semakin sulit dikenali.
