Jakarta — Pemerintah Indonesia memastikan akan melanjutkan program makanan gratis (free meals programme) yang ditujukan untuk jutaan anak sekolah dan keluarga kurang mampu, meski menghadapi kritik tajam dari berbagai pihak. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Presiden yang menegaskan program ini tetap berjalan sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Program makanan gratis yang digulirkan sejak awal 2025 ini telah memberi manfaat kepada puluhan juta penerima, menurut pernyataan pemerintah. Namun, program itu juga menuai kontroversi karena sebagian kecil responden dilaporkan mengalami gangguan kesehatan akibat keracunan makanan — meskipun pemerintah menyebut persentasenya rendah dan kendala tersebut dalam proses evaluasi.
Menteri terkait mengatakan beban anggaran program ini diawasi dengan ketat agar tidak melampaui batas defisit APBN yang ditetapkan di bawah 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Dukungan dari berbagai pemangku kepentingan dianggap penting agar program ini berlanjut dan dapat memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Isu ini viral di media sosial karena menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama orang tua yang berharap program ini meningkatkan akses gizi bagi anak-anak di sekolah.

