JAKARTA — Pemerintah Indonesia mengumumkan persiapan pengiriman kontingen militer yang bisa mencapai 8.000 personel untuk bergabung dalam misi keamanan pasca-perang di Gaza. Ini merupakan langkah konkret pertama Indonesia dalam keterlibatan militer besar di wilayah konflik tersebut setelah berperan panjang dalam bantuan kemanusiaan.
Pernyataan itu disampaikan oleh otoritas militer Indonesia setelah presiden dan pejabat tinggi bertemu untuk membahas rencana partisipasi negara dalam gugus tugas internasional yang diusulkan di bawah kerangka rencana rekonstruksi global. Meski demikian, rincian tugas dan skala operasi masih dalam pembahasan, termasuk siapa yang akan memimpin unit Indonesia dan bagaimana peran mereka dalam menjaga keamanan kawasan.
Kebijakan ini menuai berbagai respons di dalam negeri, dari dukungan yang melihatnya sebagai langkah diplomatik strategis hingga kritik yang menilai keterlibatan seperti ini perlu kehati-hatian karena berpotensi mengikat Indonesia pada dinamika geopolitik yang kompleks.
Langkah ini menunjukkan perubahan signifikan dalam arah kebijakan luar negeri Jakarta sebagai negara dengan tradisi kuat di misi perdamaian internasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam hubungan global.

