PUSATBERITA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan rencana untuk melakukan kunjungan ke Venezuela, langkah yang akan menjadi kunjungan pertama seorang pemimpin AS ke negara itu dalam hampir tiga dekade. Hal itu diungkapkan Trump saat berbicara kepada para wartawan di Gedung Putih pada Jumat (13/2).
Trump mengatakan dirinya “berencana melakukan kunjungan ke Venezuela,” namun belum menetapkan tanggal pasti perjalanan tersebut. Pernyataan itu muncul di tengah upaya normalisasi hubungan antara kedua negara yang sempat tegang selama bertahun-tahun. Trump menyebut hubungan AS dengan pemerintahan sementara Venezuela yang dipimpin Delcy Rodriguez berjalan “sangat baik,” terutama dalam kerja sama di sektor energi.
Baca Juga.
Gajah Liar Masuk Kebun Warga di Siak, Kapolda Riau Apresiasi Sikap Tenang Masyarakat
Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa hubungan bilateral saat ini “saya akan katakan nilainya 10,” sambil menyatakan kerja sama dalam industri minyak menjadi fokus utama. Ia juga menyinggung keterlibatan perusahaan minyak besar AS di Venezuela yang mulai melakukan operasi di negara tersebut.
Sebelumnya, kunjungan tingkat tinggi oleh pejabat AS seperti Menteri Energi sudah terjadi dengan tujuan memantau industri minyak dan membahas peluang investasi. Langkah ini menjadi bagian dari perubahan kebijakan Washington yang dilatarbelakangi upaya revitalisasi sektor energi Venezuela dan perluasan kerja sama ekonomi.
Rencana kunjungan Trump menandai babak baru dalam hubungan kedua negara setelah periode panjang ketidakpercayaan, dan dapat membuka peluang diplomasi serta investasi yang lebih luas ke depan
