Medan, Sumut – Hari Jumat, 13 Februari 2026, sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Utara diperkirakan akan mengalami cuaca tak menentu dengan potensi hujan ringan hingga sedang yang dapat mempengaruhi aktivitas masyarakat dan sektor transportasi. Prakiraan ini datang dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah setempat yang memantau kondisi atmosfer di sejumlah daerah kota besar dan pedalaman Sumut.
Selain potensi hujan, kondisi lapangan menunjukkan adanya 11 titik panas (hotspot) yang terdeteksi tersebar di tujuh kabupaten di Sumut, termasuk di Karo, Labuhanbatu Utara, Simalungun, Tapanuli Selatan, dan Toba. Titik-titik panas ini menjadi perhatian karena dapat menjadi bibit awal kebakaran hutan dan lahan jika cuaca kering meningkat. Pihak berwenang setempat telah memperingatkan masyarakat dan petugas pemadam kebakaran untuk siaga terhadap kondisi yang dapat memicu kebakaran hutan atau lahan.
Di sisi lain, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre I Sumut telah menyiapkan lebih dari 42 ribu kursi kereta api untuk periode keberangkatan Libur Imlek 2026, termasuk tanggal 13–17 Februari, guna mengantisipasi lonjakan penumpang selama libur panjang. Strategi ini diharapkan dapat membantu masyarakat tetap bergerak dengan lancar meski kondisi cuaca berubah-ubah.
Cuaca yang tak menentu disertai ancaman api dari hotspot membuat koordinasi pemerintah daerah, BMKG, dan tim mitigasi bencana jadi sorotan utama hari ini, terutama menjelang masa puncak musim pancaroba di Sumut.

