PUSATBERITA – Masyarakat di sejumlah wilayah pesisir Indonesia diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul prediksi banjir rob yang berpotensi terjadi pada 12 hingga 19 Februari. Fenomena pasang air laut ini diperkirakan dipicu oleh kombinasi pasang maksimum air laut dan faktor cuaca.
Banjir rob berpotensi merendam kawasan permukiman, pelabuhan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat pesisir. Wilayah yang berada di dataran rendah dan dekat garis pantai dinilai paling rentan terdampak genangan.
Baca Juga.
Banjir Bandang Hantam Dua Desa di Bogor, Puluhan Rumah Terendam dan Material Batu Berserakan
Aktivitas Warga Bisa Terganggu
Genangan air laut kerap menyebabkan gangguan mobilitas warga, kerusakan fasilitas umum, serta menurunnya aktivitas perdagangan di kawasan pesisir. Nelayan dan pelaku usaha maritim juga diimbau memperhatikan kondisi pasang surut sebelum beraktivitas.
Pihak terkait meminta warga untuk mengamankan barang berharga, memperkuat tanggul darurat bila memungkinkan, serta memantau perkembangan informasi cuaca dari otoritas resmi.
Imbauan Kesiapsiagaan
Petugas penanggulangan bencana setempat disiagakan untuk mengantisipasi dampak banjir rob. Pemerintah daerah juga diharapkan melakukan langkah mitigasi cepat guna meminimalkan kerugian.
Masyarakat diminta tetap tenang namun waspada, serta segera melapor jika terjadi genangan yang membahayakan keselamatan.
Fenomena banjir rob merupakan kejadian rutin di beberapa wilayah pesisir Indonesia, namun dampaknya dapat diminimalkan melalui kesiapsiagaan dan koordinasi yang baik.
