PUSATBERITA – Istana Kepresidenan menanggapi kabar yang menyebut keluarga seorang pelajar sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak menerima bantuan sosial (bansos). Pemerintah menegaskan akan melakukan penelusuran dan evaluasi terhadap data penerima bantuan di daerah terkait.
Pihak Istana menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang terjadi dan menekankan bahwa pemerintah pusat berkomitmen memastikan program perlindungan sosial tepat sasaran, terutama bagi keluarga rentan. “Kami akan cek data dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta kementerian terkait,” ujar perwakilan Istana.
Menurut Istana, penyaluran bansos mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang diperbarui secara berkala. Namun, pemerintah juga mengakui masih ada tantangan di lapangan, termasuk ketidaksesuaian data, keterlambatan pembaruan, atau kendala administratif di daerah.
Baca Juga.
Rahasia Sambal Hijau Tetap Cerah dan Lezat, Ini Cara Memasaknya
Istana meminta pemerintah daerah setempat segera melakukan verifikasi faktual untuk memastikan apakah keluarga tersebut memenuhi kriteria penerima bansos dan apakah ada kekeliruan dalam pendataan. Jika ditemukan masalah, pemerintah berjanji menindaklanjuti dengan solusi konkret.
Di sisi lain, pemerintah mengimbau agar peristiwa ini menjadi pelajaran bersama tentang pentingnya perhatian terhadap kondisi sosial dan psikologis anak. Dukungan keluarga, sekolah, dan lingkungan dinilai krusial agar anak-anak tidak merasa tertekan akibat persoalan ekonomi.
Pemerintah juga menegaskan komitmen memperkuat bantuan pendidikan dan perlindungan anak, termasuk akses alat sekolah dasar dan pendampingan sosial bagi keluarga kurang mampu, agar kejadian serupa tidak terulang.
Catatan penting: Jika Anda atau orang di sekitar membutuhkan dukungan kesehatan mental, bantuan dapat diakses melalui Hotline Kemenkes 119 ext. 8 atau fasilitas kesehatan terdekat.
