PUSATBERITA – Misteri hilangnya seorang anak buah kapal (ABK) KMP Tunu Pratama Jaya akhirnya terungkap. Setelah tujuh bulan berlalu, jasad korban ditemukan mengapung di perairan laut, memunculkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan sesama pelaut.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh nelayan yang melintas di sekitar lokasi. Menyadari kondisi tersebut, nelayan segera melaporkan temuan itu kepada aparat setempat untuk dilakukan evakuasi.
Proses Evakuasi dan Identifikasi
Tim gabungan dari Basarnas, TNI AL, dan kepolisian langsung bergerak ke lokasi. Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan ciri-ciri yang ditemukan, jasad tersebut diduga kuat merupakan ABK KMP Tunu Pratama Jaya yang sebelumnya dilaporkan hilang saat kapal beroperasi beberapa bulan lalu. Pihak berwenang masih menunggu hasil identifikasi resmi untuk memastikan identitas korban.
Baca Juga.
Polisi tetapkan Bahar bin Smith tersangka penganiayaan
Penantian Panjang Keluarga
Selama tujuh bulan terakhir, keluarga korban hidup dalam ketidakpastian. Harapan akan kabar keselamatan terus bertahan meski waktu terus berjalan. Penemuan jasad ini menjadi akhir dari penantian panjang, sekaligus membuka kembali luka duka yang belum sempat sembuh.
“Yang penting sekarang kami bisa memakamkan dengan layak,” ujar salah satu anggota keluarga korban dengan suara lirih.
Evaluasi Keselamatan Pelayaran
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya keselamatan kerja di sektor pelayaran, terutama bagi para awak kapal yang setiap hari menghadapi risiko di laut. Pihak terkait diharapkan melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.
Hingga kini, aparat masih mendalami kronologi lengkap hilangnya korban serta memastikan tidak ada unsur lain yang menyertai kejadian tersebut.
