Jakarta, Indonesia — Polri resmi melakukan mutasi besar-besaran terhadap perwira tinggi di seluruh Indonesia, termasuk pengangkatan 36 Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) baru untuk tahun 2026. Mutasi ini diberlakukan sebagai bagian dari penyegaran kepemimpinan di jajaran pasukan keamanan dalam negeri.
Perubahan struktur kepemimpinan ini mencakup sejumlah rotasi strategis di wilayah yang berbeda — dari wilayah Sumatera hingga Papua — dengan tujuan memperkuat koordinasi penanganan kejahatan lintas daerah, merespons tuntutan masyarakat terhadap peningkatan rasa aman, serta mengoptimalkan kinerja Polri secara umum.
Para pejabat yang dilantik dikenal memiliki pengalaman panjang dalam penanganan operasi keamanan dan penegakan hukum. Polri menegaskan bahwa mutasi tidak hanya memperbarui posisi, tetapi juga menyelaraskan strategi keamanan dengan tantangan baru, termasuk peningkatan ancaman siber dan kejahatan terorganisir.
Pergeseran jabatan Kapolda ini ditanggapi beragam oleh publik dan pengamat keamanan. Sebagian kalangan menilai langkah ini positif karena memberikan pembaruan perspektif di kepolisian daerah, sementara pihak lain menunggu hasil nyata implementasi kebijakan baru di lapangan.

