PUSATBERITA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat membentuk tim investigasi khusus untuk mengusut kerusakan lingkungan yang diduga menjadi penyebab longsor di kawasan Cisarua. Langkah ini diambil sebagai bentuk kehadiran negara dalam merespons bencana yang menimbulkan korban jiwa serta kerugian besar bagi masyarakat.
Tim investigasi tersebut akan menelusuri berbagai faktor penyebab longsor, mulai dari alih fungsi lahan, aktivitas pembangunan, hingga dugaan pelanggaran tata ruang dan lingkungan. Pemprov Jabar menegaskan, pengusutan ini bukan sekadar mencari penyebab teknis, tetapi juga menilai potensi kelalaian pihak-pihak yang merusak alam.
“Negara tidak boleh kalah oleh kepentingan ekonomi yang mengorbankan lingkungan dan keselamatan warga,” ujar salah satu pejabat Pemprov Jabar.
Longsor Cisarua dinilai menjadi alarm keras rusaknya keseimbangan alam di kawasan hulu. Selain menelan korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan kerusakan infrastruktur, pemukiman warga, dan menimbulkan potensi kerugian negara akibat biaya penanganan darurat serta pemulihan lingkungan.
Baca Juga.
Pakai Kartu Kredit Pemda untuk Judi Online, Camat Medan Maimun Rugikan Negara Rp1,2 Miliar
Pemprov Jabar memastikan hasil investigasi akan disampaikan secara terbuka kepada publik. Jika ditemukan pelanggaran hukum, pemerintah tidak akan ragu merekomendasikan penindakan tegas, termasuk sanksi pidana dan perdata terhadap pihak yang terbukti merusak lingkungan.
Pengamat lingkungan menilai pembentukan tim ini sebagai langkah awal yang penting, namun menekankan bahwa penegakan hukum menjadi kunci utama. Tanpa sanksi tegas, kerusakan alam dikhawatirkan terus berulang dan negara kembali menanggung dampaknya.
Kasus longsor Cisarua pun kini menjadi ujian bagi komitmen negara dalam melindungi lingkungan hidup dan keselamatan rakyat dari bencana akibat ulah manusia.
