PUSATBERITA – Kalangan pengusaha menolak keras usulan agar online travel agent (OTA) menghentikan penjualan tiket penerbangan dengan rute transit. Usulan tersebut dinilai berpotensi merugikan konsumen sekaligus mengganggu iklim usaha di sektor pariwisata dan penerbangan.
Para pelaku usaha menilai, rute transit justru menjadi solusi bagi masyarakat untuk mendapatkan harga tiket yang lebih terjangkau, terutama untuk perjalanan jarak jauh dan rute-rute yang belum dilayani penerbangan langsung. Jika OTA dilarang menjual tiket transit, pilihan konsumen akan semakin terbatas dan harga tiket dikhawatirkan semakin mahal.
“Rute transit adalah bagian dari strategi pasar. Banyak penumpang bergantung pada opsi ini karena lebih fleksibel dan ekonomis,” ujar salah satu pengusaha perjalanan. Menurutnya, pembatasan tersebut justru akan menekan daya beli masyarakat dan mengurangi jumlah perjalanan udara.
Selain berdampak pada konsumen, kebijakan tersebut juga dinilai berisiko menghambat pertumbuhan industri pendukung seperti perhotelan, transportasi darat, hingga UMKM pariwisata di daerah transit. Pengusaha meminta pemerintah mengkaji usulan tersebut secara matang dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Baca Juga.
Polisi Tangkap Empat Pria di Tanjung Priok Terkait Jual Beli Ganja
Pengusaha berharap regulator fokus pada peningkatan keselamatan, pelayanan, dan transparansi harga, bukan pada pembatasan pilihan perjalanan. “Yang dibutuhkan adalah pengawasan dan aturan main yang adil, bukan larangan,” tegasnya.
Hingga kini, wacana penghentian penjualan tiket rute transit oleh OTA masih menjadi perdebatan. Pelaku usaha berharap keputusan yang diambil nantinya tetap berpihak pada kepentingan konsumen dan keberlangsungan industri penerbangan nasional.
