Jakarta – Pimpinan Komisi I DPR RI menilai pernyataan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) layak dipahami sebagai sinyal peringatan awal terhadap dinamika yang tengah berkembang, khususnya terkait isu nasional dan global yang berdampak pada Indonesia.
Menurut pimpinan Komisi I, pandangan yang disampaikan SBY mencerminkan pengalaman panjang dalam menghadapi persoalan geopolitik, pertahanan, dan hubungan internasional. Oleh karena itu, pernyataan tersebut tidak sepatutnya dipandang sekadar opini pribadi, melainkan masukan strategis yang relevan untuk dipertimbangkan.
Menurut pimpinan Komisi I, pandangan yang disampaikan SBY mencerminkan pengalaman panjang dalam menghadapi persoalan geopolitik, pertahanan, dan hubungan internasional. Oleh karena itu, pernyataan tersebut tidak sepatutnya dipandang sekadar opini pribadi, melainkan masukan strategis yang relevan untuk dipertimbangkan.
Ia menegaskan bahwa setiap tokoh bangsa memiliki hak menyampaikan pandangan, terlebih bila disertai latar belakang kepemimpinan dan pengalaman kenegaraan. Dalam konteks ini, pesan yang disampaikan SBY dinilai dapat menjadi pengingat agar pemerintah dan pemangku kepentingan tetap waspada dalam mengambil kebijakan.
Komisi I DPR juga mendorong agar pernyataan tersebut dijadikan bahan diskusi konstruktif, bukan polemik yang berlarut-larut. Dialog yang sehat dinilai penting untuk memperkuat ketahanan nasional di tengah tantangan global yang terus berubah.
Lebih lanjut, DPR berharap semua pihak dapat menyikapi pandangan tokoh nasional secara bijak dan proporsional. Dengan demikian, masukan tersebut dapat berkontribusi positif dalam menjaga stabilitas dan kepentingan bangsa ke depan.

