Foto: Tim SAR menemukan jenazah korban pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Pangkep. (dok. Pusatberita)
PUSATBERITA – Proses evakuasi pesawat ATR 42-500 yang mengalami insiden di wilayah sulit dijangkau kembali dilanjutkan pada pagi hari ini. Tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, serta otoritas penerbangan melakukan upaya evakuasi melalui dua jalur sekaligus, udara dan darat, guna mempercepat proses penyelamatan dan pengamanan lokasi.
Kepala Basarnas menyampaikan bahwa evakuasi sempat terhenti akibat kondisi cuaca buruk dan keterbatasan jarak pandang. Memasuki pagi hari, cuaca dinilai lebih kondusif sehingga helikopter kembali dikerahkan untuk pemantauan udara, distribusi logistik, serta evakuasi korban dari lokasi kejadian.
Baca Juga.
Pajero Tabrak Lari 6 Motor dan Pagar Mapolda Jambi, Sopir Positif Narkoba
Sementara itu, tim darat terus bergerak menembus medan berat berupa perbukitan dan hutan lebat. Perjalanan tim darat membutuhkan waktu cukup lama karena akses jalan yang terbatas dan kondisi geografis yang ekstrem.
“Fokus kami adalah mengevakuasi seluruh korban dan memastikan tidak ada yang tertinggal. Keselamatan tim tetap menjadi prioritas utama,” ujar salah satu pejabat Basarnas di lokasi.
Hingga saat ini, aparat masih melakukan pendataan jumlah korban serta kondisi pesawat. Lokasi kejadian juga telah diamankan untuk keperluan investigasi lebih lanjut oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menunggu keterangan resmi dari instansi terkait. Proses evakuasi akan terus diperbarui seiring perkembangan di lapangan.
