Wakil Gubernur atau Wagub DKI Jakarta Rano Karno melakukan pemantauan di Pasar Jaya Senen Blok III, Jakarta Pusat (Jakpus) pada Senin (22/12/2025). (Pusatberita.com/Rizqi Tri Novitasari)
PUSATBERITA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan strategi industri baru untuk memperkuat daya saing ekonomi ibu kota di tengah perubahan global dan pesatnya perkembangan teknologi. Strategi ini dirancang untuk mendorong Jakarta bertransformasi menjadi pusat ekonomi modern berbasis inovasi dan jasa bernilai tambah tinggi.
Fokus utama strategi industri baru ini mencakup penguatan sektor industri kreatif, ekonomi digital, jasa keuangan, serta industri ramah lingkungan. Pemprov DKI menilai sektor-sektor tersebut memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Selain itu, Jakarta juga akan mendorong pengembangan industri berbasis teknologi dan riset, termasuk startup digital, kecerdasan buatan (AI), serta pengolahan data. Langkah ini diharapkan mampu menjadikan Jakarta sebagai hub inovasi di tingkat regional Asia Tenggara.
Baca Juga.
Maling Gasak Pelat Baja Gorong-gorong di Perumahan Depok, Kerugian Ditaksir Rp 2 Juta
“Ke depan, Jakarta tidak lagi bergantung pada industri konvensional. Transformasi ini penting agar ekonomi tetap tangguh dan adaptif terhadap perubahan zaman,” ujar salah satu pejabat Pemprov DKI.
Strategi industri baru ini juga menitikberatkan pada kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas, serta penyederhanaan regulasi guna menciptakan iklim usaha yang lebih kompetitif. Dukungan terhadap UMKM juga menjadi perhatian, agar pelaku usaha lokal dapat naik kelas dan terintegrasi dalam rantai industri modern.
Dengan strategi tersebut, Jakarta menargetkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif sekaligus memperkuat posisinya sebagai pusat bisnis, keuangan, dan inovasi nasional pasca-perpindahan ibu kota negara.
