Gedung Putih. (Foto: Getty Images/Pusatberita)
PUSATBERITA – Gedung Putih menegaskan bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tidak takut menggunakan kekuatan militer yang mematikan terhadap Iran jika situasi menuntutnya, meskipun diplomasi tetap dijadikan pilihan pertama oleh administrasi AS. Pernyataan ini disampaikan oleh Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, dalam wawancara dengan media luar negeri.
Leavitt menyatakan bahwa Trump telah memberi tahu para pejabat bahwa Amerika Serikat “tidak takut” memakai kekuatan militer jika hubungan dengan Iran semakin tegang. Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya protes di Iran dan kekhawatiran internasional atas potensi intervensi asing.
Namun, Gedung Putih juga menegaskan, Presiden Trump tetap mengedepankan jalan diplomasi dan mencoba merangkul solusi politik terlebih dahulu. Opsi militer disebut sebagai langkah terakhir apabila negosiasi resmi gagal atau kondisi di lapangan semakin memburuk.
Baca Juga.
Sektor UMKM Sumut Tunjukkan Tren Positif di Awal Tahun 2026
Laporan terbaru menunjukkan bahwa Trump masih mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk sanksi tambahan, dukungan teknologi untuk protes, serta kemungkinan operasi militer yang lebih luas. Meskipun ancaman penggunaan kekuatan militer menjadi headline, pejabat AS menekankan bahwa keputusan akhir belum diambil dan masih memerlukan waktu serta diskusi lanjutan.
Situasi di Iran sendiri masih penuh ketidakpastian. Protes besar-besaran yang dipicu oleh masalah ekonomi dan sosial terus berlanjut, sementara pemerintah Iran telah memperingatkan bahwa setiap campur tangan asing bisa memicu konflik yang lebih luas.
Pernyataan Gedung Putih ini menambah dinamika ketegangan internasional yang sudah tinggi antara Teheran dan Washington, serta menjadi sorotan global terkait masa depan hubungan bilateral kedua negara.
