Imunisasi Campak Anak Sekolah Dasar
PUSATBERITA – Pamekasan – Wabah penyakit campak di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, kian mengkhawatirkan. Berdasarkan data terbaru dari Dinas Kesehatan setempat, tercatat sebanyak 12 orang meninggal dunia, sementara 18 desa di sejumlah kecamatan resmi ditetapkan berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB).
Mayoritas korban meninggal merupakan anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Selain itu, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya vaksinasi serta keterlambatan penanganan medis diduga menjadi faktor utama tingginya angka kematian akibat penyakit menular tersebut.
Dinas Kesehatan Pamekasan menyebutkan, ratusan warga telah terpapar campak dengan gejala demam tinggi, ruam merah di kulit, batuk, dan gangguan pernapasan. Petugas kesehatan kini dikerahkan secara intensif ke desa-desa terdampak untuk melakukan penanganan, pendataan, serta sosialisasi pencegahan.
Baca Juga
Penjambret di Kelapa Gading Ternyata Residivis, Baru Sebulan Keluar dari Penjara
Sebagai langkah darurat, pemerintah daerah menetapkan status KLB di 18 desa guna mempercepat penanganan wabah. Upaya yang dilakukan meliputi imunisasi massal, pemberian vitamin, hingga peningkatan layanan kesehatan di puskesmas dan fasilitas medis terdekat.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar segera memeriksakan anggota keluarga yang mengalami gejala campak dan tidak menunda pengobatan. Warga diminta aktif mengikuti program imunisasi demi mencegah meluasnya wabah dan menekan angka kematian.
Kasus ini menjadi peringatan serius akan pentingnya pencegahan penyakit menular serta peran bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan.
