Medan, 30 November 2025 — Setelah beberapa hari dilanda bencana banjir dan tanah longsor yang meluas, bantuan darurat dari pemerintah pusat telah mulai tiba di Sumatera Utara. Paket logistik — berupa kebutuhan dasar, generator darurat, dan alat komunikasi — dikirim menggunakan pesawat kargo dari Jakarta ke Bandara Silangit Airport pada 28 November 2025 malam.
Menurut keterangan resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), setibanya di Silangit, bantuan langsung dipersiapkan untuk didistribusikan ke titik-titik terdampak sesegera mungkin — baik melalui jalur darat maupun udara (helikopter), agar menjangkau daerah-daerah yang aksesnya putus akibat longsor atau banjir bandang.
Paket korban mencakup bahan pokok, air bersih, selimut, obat-obatan dasar, makanan siap saji, serta perlengkapan darurat lain. Juga disediakan generator listrik dan alat komunikasi supaya sebagian masyarakat — terutama di wilayah terpencil dan terisolasi — tetap bisa mendapatkan informasi dan layanan darurat.
Upaya distribusi ini mendapat dukungan dari aparat keamanan dan banyak relawan: tim SAR, tim medis, serta personel dari pihak kepolisian dan militer diterjunkan untuk membantu penyaluran, evakuasi korban, serta menjaga ketertiban di lokasi pengungsian.
Pemerintah menegaskan situasi ini dalam status darurat bencana — diberlakukan di seluruh provinsi sejak akhir November 2025 — dengan target memastikan kebutuhan mendesak korban bisa terpenuhi secepat mungkin.
Meskipun demikian, tantangannya tetap besar. Banyak akses jalan dan jembatan rusak — bahkan beberapa wilayah masih terisolasi — sehingga pendistribusian bantuan tidak bisa dilakukan secara merata dalam satu waktu. Warga diharapkan bersabar dan tetap mengikuti arahan dari petugas.

