Ambon, Maluku – Tim penyelamat gabungan dari Basarnas Ambon melakukan upaya intensif untuk menemukan 11 awak kapal KM Maluku Prima Makmur 03 yang hilang setelah kapal tersebut dilaporkan terbakar di perairan Laut Banda pada 20 November 2025.
Menurut Kepala Basarnas Ambon, Muhammad Arafah, operasi SAR memasuki hari keempat. Mereka telah mengerahkan KN SAR 242 Bharata dan berkoordinasi dengan kapal laut lain serta otoritas navigasi lokal untuk memperluas area pencarian.
Sebelumnya, Basarnas menghentikan sementara operasi karena cuaca buruk di perairan Laut Banda. Meskipun demikian, pencarian dilanjutkan keesokan harinya, termasuk upaya koordinasi melalui AirNav Indonesia untuk memantau lalu lintas udara di dekat lokasi kejadian.
Pada 22 November, tim SAR menemukan bangkai kapal yang terbakar, namun tidak ada jejak awak kapal. Basarnas terus mengimbau kapal yang melintas di sekitar area tersebut untuk membantu melaporkan jika menemukan tanda-tanda keberadaan para awak yang hilang.
Korban hilang dalam insiden ini terdiri dari seorang nahkoda, Yakob Arnyanyi (60), dan 10 ABK lainnya dengan berbagai latar usia dan pengalaman.
Kasus ini menambah daftar panjang kecelakaan laut di Indonesia, dan menyoroti tantangan keselamatan di sektor perikanan, terutama saat kondisi cuaca ekstrem. Arafah menegaskan bahwa operasi akan dilanjutkan sampai batas kemampuan, dengan harapan dapat membawa kabar baik bagi keluarga para awak kapal.

