Jakarta, 22 November 2025 — Meski menghadapi ketidakpastian ekonomi global, perekonomian Indonesia terus menunjukkan fundamental yang kuat. Data terbaru dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh sebesar 5,04 % di kuartal III tahun 2025 secara year-on-year.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh beberapa faktor utama: konsumsi rumah tangga yang masih solid, investasi yang meningkat, dan kebijakan fiskal-moneter yang koordinatif. Menurut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, pemerintah akan terus memperkuat momentum ini melalui belanja negara yang dipercepat serta program perlindungan sosial bagi masyarakat rentan.
Dari sisi inflasi, Indonesia mencatat laju tahunan sebesar 2,86% per Oktober 2025 — masih berada dalam kisaran target. Cadangan devisa juga stabil di sekitar US$148,7 miliar, menunjukkan bahwa negara cukup memiliki bantalan finansial untuk menghadapi guncangan eksternal.
Selain itu, indikator lain seperti indeks keyakinan konsumen tetap tinggi, sementara indeks manufaktur (PMI) berada dalam zona ekspansif, yang menunjukkan potensi percepatan ekonomi di kuartal berikutnya.
Pemerintah menegaskan akan melanjutkan kebijakan kontrasiklikal: mempercepat realisasi belanja negara di kuartal IV serta memperkuat program-program transportasi dan konsumsi menjelang akhir tahun, termasuk dukungan sosial terkait perayaan Natal dan Tahun Baru.
